Friday, May 27, 2011

MELEPASKAN KETAKUTAN ANDA

Oleh : Louise Hay

Ketakutan merajalela bak penyakit menular di planet ini. Setiap hari kita mendapatkannya dalam berbagai pemberitaan. Ketakutan, sebenarnya, adalah hilangnya rasa percaya pada diri kita, dan akibatnya kita berburuk sangka kepada kehidupan. Kita tidak bisa percaya bahwa sebenarnya kita dipelihara oleh kekuatan yang lebih tinggi sehingga kita merasa harus mengendalikan segala sesuatu.  Tak pelak lagi, kita semakin takut karena ternyata kita tidak bisa mengontrol semua hal.

Belajar mempercayai adalah satu-satunya jalan bila kita ingin melenyapkan ketakutan. Mengambil langkah iman dan mempercayakan diri kepada Roh di dalam diri kita yang terhubung dengan Kebijaksanan Tertinggi. Ingatlah, Kekuatan yang menyediakan nafas hidup kita adalah Kekuatan yang  sama yang menciptakan semesta.

Anda menyatu dengan semua makhluk dalam kehidupan. Ketika Anda mencintai diri Anda dan mempercayai kehidupan, maka kehidupan akan mencintai, mendukung, dan menuntun Anda. Anda bisa mempercayai yang tidak terlihat alih-alih hanya mempercayai yang kelihatan oleh mata jasmani. Saya tidak berkata bahwa kita tidak perlu melakukan sesuatu, tetapi ketika kita telah menjadi percaya, kita mampu melalui kehidupan dengan lebih mudah. Kita perlu mempercayai bahwa kita selalu dipelihara sekalipun kita tidak mampu mengendalikan apa yang terjadi di sekitar kita.

Ketakutan membuat pikiran kita terbatas. Orang-orang mempunyai banyak ketakutan, seperti takut sakit atau menjadi gelandangan atau ketakutan-ketakutan yang lain.  Kemarahan juga merupakan ketakutan yang berubah menjadi mekanisme pertahanan diri. Memang kemarahan bisa melindungi kita, tetapi akan lebih bermanfaat bila kita berhenti mengevaluasi terus-menerus situasi yang menakutkan itu dan mulai mencintai diri kita.  Kita berada di pusat semua hal yang terjadi dalam hidup kita. Setiap pengalaman, setiap hubungan adalah cermin dari pola mental yang kita punyai.

Salah satu penulis kesayangan saya, Susan Jeffers, mengeluarkan sebuah rekaman yang indah yang berjudul Feel the Fear and Do It Anyway. Dalam rekaman itu Susan berkata : “Setiap orang biasanya merasa takut ketika dihadapkan pada sesuatu yang benar-benar baru baginya, tetapi ada banyak orang, alih-alih merasa takut, mereka menjalani hal baru itu, lalu mendapati bahwa sebenarnya tidak ada yang perlu ditakutkan.” Dia mengatakan permasalahan yang sebenarnya bukanlah rasa takut-nya tetapi bagaimana kita menangani ketakutan itu.

Dalam setiap kesempatan, Anda bisa memilih antara cinta dan ketakutan. Ketika saya takut, saya mengingat matahari yang selalu bersinar meskipun ada awan tebal menghalangi. Seperti matahari, Sang Maha Kuasa selalu menyinari saya, meskipun terhalang awan pikiran negatif saya.  Saya memilih untuk mengingat Sang Maha Kuasa. Dan Anda juga bisa. Anda bisa merasa aman dalam Sang Maha Kuasa.  Pada waktu ketakutan datang, lihatlah ketakutan sebagai awan yang berarak di langit, dan biarkan ketakutan itu berlalu.

Afirmasi : “Saya bukanlah ketakutan saya. Saya merasa aman tanpa harus terus-menerus membela diri.  Ketika saya merasa takut, saya membuka hati dan mengijinkan cinta meluruhkan rasa takut itu.”

Cinta adalah lawan dari ketakutan. Semakin kita mencintai dan mempercayai diri maka semakin berkurang ketakutan kita.  Pada saat kita melewati suatu keadaan yang menakutkan atau kita sedang marah atau kuatir atau sedang tidak menyukai diri sendiri, entah bagaimana hidup kita terasa berat dan salah arah. Hal yang sama terjadi ketika kita benar-benar mencintai diri kita. Kita bisa merasa bahwa segala sesuatu berjalan lancar. Kita bangun di pagi hari dan melihat hari itu mengalir dengan indahnya.

Mencintai diri adalah yang perlu kita lakukan. Kita harus mengerjakan yang terbaik untuk memperkuat jiwa, tubuh, dan mental.  Kita berpaling pada kekuatan yang sudah tersedia di dalam kita, membangun hubungan spiritual, dan memeliharanya.

Beberapa afirmasi kesayangan saya untuk melepaskan rasa takut. Cobalah :
  •  Saya mau melepaskan ketakutan saya.
  •  Saya hidup dan bergerak di dunia yang aman
  •  Saya membebaskan diri dari semua ketakutan dan keraguan yang merusak.
  •  Saya menerima diri saya dan menciptakan rasa damai dalam pikiran dan jiwa saya.
  •  Saya berpikir lebih tinggi daripada pikiran yang membuat saya marah atau takut.
  •  Saya melepaskan masa lalu dengan ikhlas dan mempercayai proses kehidupan.
  •  Saya melepaskan kebutuhan untuk selalu memastikan keamanan.
  •  Sekarang saya mau berfokus pada keindahan yang saya miliki.
  •  Saya mempunyai kekuatan untuk membuat perubahan.
  •  Saya selalu dilindungi oleh yang Ilahi.

Dan Anda bisa merasakan ketakutan Anda pergi.  

2 comments:

Anonymous said...

tulisan yang membuatku jadi semangat,sista..:) banyak ketakutan dalam diri yang membuatku tak berani melangkah kedepan. Membuang banyak waktu berharga dan banyak kesempatan yang tersia. Postingan yg keren say...:)

Tjandra Ratna Dewi said...

Louise L. Hay, penulis artikel ini, adalah seorang perempuan berumur 85 tahun. Hidupnya tidak mudah. Bahkan dia juga pernah didiagnosa kanker. Tetapi melalui kekuatan pikiran dan pola hidup sehat, Louise bisa sembuh hanya dalam waktu 6 bulan. Ini biografi singkatnya : http://www.louisehay.com/about-louise/